Pontianak (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengapresiasi kinerja tim relawan banjir yang membantu mengevakuasi warga di Kalimantan Barat dengan menjanjikan satu unit perahu karet bermotor untuk Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalbar guna memperlancar upaya penyelamatan di wilayah terdampak.
"Relawan yang bertugas di sejumlah lokasi banjir berasal dari berbagai organisasi pecinta alam, sosial, serta elemen masyarakat lainnya. Di Kabupaten Mempawah, misalnya, puluhan relawan bergerak di berbagai titik di bawah kendali posko setempat, dengan menggunakan sedikitnya delapan unit perahu karet dari FAJI," kata Kepala BNPB Suharyanto saat memantau bencana banjir yang terjadi di Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat.
Suharyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah bekerja keras membantu warga terdampak banjir.
"Saya memberikan apresiasi tinggi untuk seluruh relawan. Saya melihat langsung bagaimana mereka mengevakuasi warga terdampak hanya dengan perahu karet yang didayung," tuturnya.
Menanggapi keterbatasan sarana yang digunakan relawan, Suharyanto meminta tim FAJI untuk berkoordinasi dengan Agus Marsanto, Tim Ahli BNPB.
"Nanti ketua silakan berkoordinasi dengan Kolonel Agus. Jika ada kebutuhan peralatan evakuasi yang bisa disediakan pemerintah pusat melalui BNPB, kami akan bantu sesuai arahan Menko," kata Suharyanto kepada Ketua Umum Pengprov FAJI Kalbar, Yan Andria.
Dalam kesempatan tersebut, Yan Andria menyampaikan bahwa sejak awal banjir terjadi relawan dari berbagai unsur langsung turun membantu warga dengan peralatan seadanya.
"Tim relawan telah bekerja selama enam hari di lokasi banjir dengan segala keterbatasan," katanya.
Relawan yang terdiri dari atlet arung jeram, mahasiswa pecinta alam, dan anggota komunitas sosial itu bekerja secara swadaya, mengandalkan perahu karet manual.
"Ke depan, kami berharap dapat lebih berperan dalam membantu pemerintah menangani banjir," kata Yansu, sapaan akrab Yan Andria.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejauh ini tim relawan baru dapat mengevakuasi warga di wilayah perkotaan karena keterbatasan sarana.
"Kami sangat membutuhkan peralatan yang lebih memadai agar dapat menjangkau daerah terdampak lainnya," katanya.