Bengkayang (ANTARA) - Institut Shanti Bhuana (ISB) Bengkayang, Kalimantan Barat, membantu peningkatan kualitas pendidikan di daerah dengan melaksanakan pendampingan bagi para guru terkait pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).
"Program ini menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mendapat dukungan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM)," kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ISB Siprianus Jewarut di Bengkayang, Selasa.
Siprianus mengatakan pendampingan dilakukan secara rutin sebagai upaya memberikan pemahaman dan pelatihan kepada guru mengenai pendekatan pembelajaran baru yang saat ini sedang digencarkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Pendekatan pembelajaran mendalam kini menjadi salah satu metode yang harus dipahami guru. Sebagai akademisi, kami merasa perlu ikut terlibat dalam menyukseskan program pemerintah ini melalui pendampingan langsung,” ujarnya.
Menurut Siprianus, pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas penyampaian teori, melainkan secara komprehensif mencakup peningkatan pemahaman konsep, keterampilan personal guru, hingga penerapan teknologi dalam pembelajaran.
“Kegiatan ini kami lakukan secara bertahap, dimulai dengan penyampaian materi, kemudian pembuatan modul ajar, dan berlanjut pada praktik penerapan teknologi di ruang kelas,” ujarnya.
Dia juga mengatakan program pendampingan tersebut mendapat respons positif dari para guru. Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta dalam bertanya, berdiskusi, dan mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Bahkan banyak guru yang berharap pendampingan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar mereka lebih siap saat pendekatan pembelajaran mendalam diimplementasikan di sekolah.
“Evaluasi yang kami lakukan bersama menunjukkan animo guru sangat tinggi. Mereka merasa pendampingan seperti ini sangat bermanfaat dan ingin kegiatan serupa dilakukan secara berkala,” ujar Siprianus.
Ia menegaskan pendampingan ini tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi juga bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas guru sebagai ujung tombak pendidikan.
Melalui kegiatan ini, kata dia, diharapkan para guru mampu mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara efektif di kelas, sehingga kualitas pendidikan di Kabupaten Bengkayang semakin meningkat.
Selain itu program tersebut, lanjut dia, memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menjalankan Tridarma Pendidikan Tinggi. Dengan dukungan DRTPM, ISB menargetkan kegiatan pendampingan dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah perbatasan Kalbar.
