Pontianak (ANTARA) - Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak memperkuat penerapan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) sebagai upaya mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
"Hari ini kita melakukan lokakarya terkait penerapan dan penyempurnaan kurikulum OBE pada Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Untan Pontianak," kata Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Untan Pontianak Ahmad Rabiul Muzammil di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis.
Ia mengatakan kurikulum OBE menjadi instrumen penting perguruan tinggi karena menekankan pada capaian pembelajaran yang harus dimiliki mahasiswa setelah lulus, bukan sekadar penyampaian materi di kelas.
"OBE berorientasi pada outcome, karena itu, kami memperkuat perumusan profil lulusan, capaian pembelajaran, hingga pemetaan ke mata kuliah dan metode pembelajaran. Semua ini harus relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi," katanya.
Ia menjelaskan penyempurnaan kurikulum OBE juga disertai sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, termasuk mahasiswa.
Menurut dia, proses ini menjadi bukti bahwa program studi terus melakukan pembaruan untuk menjamin kualitas lulusan.
"Kami sudah menyampaikan materi kurikulum, visi keilmuan prodi, serta struktur delapan semester kepada para dosen dan mahasiswa. Hari ini juga menjadi bagian dari proses sosialisasi kepada stakeholder, yang menjadi indikator penting dalam penilaian akreditasi," katanya.
Muzamil mengatakan dinamika jumlah mahasiswa yang meningkat turut menjadi pertimbangan dalam evaluasi kurikulum.
"OBE mendukung program MBKM dan menjadi standar bagi akreditasi nasional maupun internasional. Karena itu, kurikulum harus adaptif, terukur, dan mampu menghasilkan lulusan yang siap berkompetisi," kata Muzamil.
Lokakarya yang menghadirkan narasumber Nurdini Asrianuddin itu, diharapkan menjadi langkah strategis FKIP Untan dalam memperkuat implementasi OBE pada tingkat program studi.
Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Untan Agus Wartiningsih menegaskan bahwa perubahan kurikulum harus mengikuti arah visi dan misi universitas serta fakultas.
"Penyelarasan kurikulum OBE dengan visi dan misi universitas merupakan hal utama sehingga prodi tidak boleh keluar dari arah pengembangan perguruan tinggi. Karena itu, evaluasi dan penyederhanaan kurikulum menjadi topik penting dalam lokakarya hari ini," katanya.
Ia berharap, kegiatan ini menghasilkan rekomendasi yang komprehensif untuk penyempurnaan kurikulum dan peningkatan kualitas lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Kurikulum OBE disusun melalui beberapa tahapan, mulai dari perumusan profil lulusan dan capaian pembelajaran (CPL), pemetaan CPL ke mata kuliah, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga pengembangan metode pembelajaran dan asesmen yang berorientasi pada hasil.
Kurikulum ini juga menuntut perguruan tinggi melakukan evaluasi berkelanjutan melalui prinsip Continuous Quality Improvement (CQI).
