Pontianak (ANTARA) - Badan Musyawarah Kebudayaan (Bamusbud) Kalimantan Barat menggelar ruang diskusi bertajuk "Sua Budaya 2025" membahas isu kebudayaan di Kalbar dalam konteks pembangunan daerah.
Kegiatan yang bertempat di Port99, Pontianak, Sabtu malam ini melibatkan pelaku budaya, akademisi, serta pemangku kebijakan untuk membahas kondisi kebudayaan Kalimantan Barat dan rencana ke depan dalam peningkatan IPM dan IPK.
Sekretaris Bamusbud Kalbar, Hatta Budi Kurniawan menjelaskan kegiatan ini menjadi refleksi satu tahun perjalanan Bamusbud dalam mendorong pemajuan kebudayaan di Kalimantan Barat.
Ia menyebutkan forum tersebut menjadi wadah untuk menyampaikan capaian yang telah berjalan sekaligus mengagendakan kembali program kebudayaan pada waktu ke depannya.
"Hal-hal yang sudah terjalankan ini kami buka ke publik agar dapat diketahui bersama dan direncanakan kembali ke depan," ujarnya.
Terkait dukungan pemerintah, Hatta menilai perhatian terhadap seniman dan pelaku budaya mulai menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa waktu terakhir.
"Geliatnya baru muncul belakangan ini setelah Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan berjalan dan dari situ kesadaran publik semakin terbentuk," katanya.
Terkait hasil diskusi dalam forum ini, Hatta mengatakan akan disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Barat sebagai bentuk rekomendasi kebudayaan.
"Rencananya hasil diskusi akan dikirimkan kepada gubernur bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun provinsi pada Januari mendatang," ujarnya.
Besar harapan dari Hatta untuk ruang diskusi kebudayaan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin dalam penguatan ekosistem kebudayaan daerah, khususnya di Kalimantan Barat.
"Kami berharap ini bisa menjadi agenda yang terus berjalan, termasuk membuka ruang dokumentasi karya sebagai bagian dari hasil diskusi," kata dia.

