Bengkayang (ANTARA) - Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bengkayang Kalimantan Barat, Emeliana meminta agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkayang dapat dievaluasi, baik itu dari sisi kualitas maupun variasi menu agar tujuan pemberian gizi siswa dapat tercapai secara optimal.
Menurutnya, secara umum pelaksanaan MBG di sekolahnya berjalan lancar dari sisi administrasi dan distribusi. Namun, ia menilai kualitas menu masih perlu ditingkatkan, baik dari segi komposisi gizi, porsi, maupun cita rasa.
“Perlu ada penyesuaian rasa dan variasi menu agar makanan lebih digemari siswa, sehingga tidak banyak yang tersisa,” kata Emeliana di Bengkayang, Jumat.
Menurut dia, masih terdapat siswa yang kurang berminat mengonsumsi menu yang disajikan sehingga asupan gizi yang diharapkan belum terserap secara maksimal.
Ia menambahkan, kondisi tersebut penting menjadi perhatian agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran serta meminimalkan makanan yang terbuang.
Dia berharap evaluasi berskala dapat dilakukan oleh penyedia MBG dan pihak terkait agar anggaran negara yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan kebugaran generasi muda di Kabupaten Bengkayang.
"Kami berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan penyedia jasa MBG dalam menyempurnakan standar penyajian serta inovasi menu harian, mengingat program tersebut bertujuan mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa," ujarnya.
Sementara itu, Daniel, salah seorang siswa SMP Negeri 1 Bengkayang, mengaku tidak selalu menghabiskan makanan yang diberikan karena kurang sesuai dengan selera. Dia berharap menu MBG dapat dibuat lebih bervariasi agar tidak membosankan.
"Iya kita harap juga menu bervariasi dan sesuai standar lah," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebalo 1, Riani mengakui masih terdapat kendala dalam menu penerimaan oleh siswa, khususnya pada menu sayuran dan beberapa olahan telur.
“Memang masih banyak siswa yang kurang berminat pada menu sayuran, sehingga sering tersisa. Namun, menu lain seperti ayam, tempe, dan tahu sejauh ini lebih diminati,” kata Riani.
Ia menyebutkan evaluasi akan terus dilakukan untuk menyesuaikan menu dengan selera siswa tanpa mengabaikan standar gizi yang telah ditetapkan.
