Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Malang memastikan menindak setiap distributor dan pedagang yang kedapatan menimbun ketersediaan dan mempermainkan harga bahan pangan sehingga menyebabkan kelangkahan serta kenaikan harga menjelang Ramadan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan satuan tugas (satgas) pangan kepolisian setempat saat ini memperketat pola pemantauan kondisi rantai distribusi dan perkembangan harga di pasar."Satgas Pangan akan terus melakukan pengawasan dan intervensi bila diperlukan, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok," kata Hafiz.
Satgas Pangan Polres Malang telah diterjunkan untuk pengecekan harga dan ketersediaan bahan pokok penting, pada Sabtu (7/2).
Titik yang disasar adalah Pasar Kepanjen, di Kecamatan Kepanjen. Pelaksanaan pengecekan bahan pangan akan dilakukan berkala.
Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif Polres Malang untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi masyarakat dari potensi gejolak harga pangan di pasaran menjelang Ramadhan.
Pengecekan kondisi bahan pangan dilakukan menyeluruh, mulai dari beras, minyak goreng, daging, telor ayam, bawang, dan cabai.
Data dari Polres Malang menyebutkan untuk harga beras medium berada di angka Rp13 ribu per kilogram dan beras premium Rp14.500 per kilogram. Kemudian, minyak goreng MinyaKita Rp15.700 per liter.
Sedangkan, harga daging ayam ras Rp39 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp29 ribu per kilogram, bawang merah Rp45 ribu per kilogram, bawang putih Rp35 ribu per kilogram, dan cabai rawit merah Rp80 ribu per kilogram.
Dia menyampaikan seluruh harga komoditas secara umum masih relatif stabil dan tidak ditemukan lonjakan signifikan.
Khusus cabai rawit, satgas pangan setempat memberikan perhatian lebih. Pasalnya, komoditas itu punya potensi mengalami kenaikan harga imbas kondisi cuaca.
"Karena tingginya curah hujan yang berdampak pada hasil panen. Namun kami sudah melakukan mitigasi bersama stakeholder dan supplier agar lonjakan harga dapat ditekan," kata dia.
Terkait ketersediaan bahan pangan, Hafiz memastikan hasil pemantauan yang telah dilakukan oleh petugas mendapati bahwa stok masih tergolong aman.
"Kami memastikan langsung di lapangan bahwa ketersediaan bahan pokok di Pasar Kepanjen dalam kondisi aman dan mencukupi," ucapnya.
