Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis data di daerah setempat.

Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin mengatakan, pertemuannya dengan Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Lingkungan Hidup Ir. Hari Wibowo di Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa, menjadi langkah strategis dalam menyatukan upaya pencegahan dan penanganan karhutla yang berdampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam menyatukan strategi pencegahan dan penanganan kebakaran lahan yang berdampak luas,” ujarnya.  

Ia menegaskan, permasalahan karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga citra daerah, sehingga memerlukan penanganan terpadu dan berbasis data yang akurat. 

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui penguatan sistem data menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan. 

Muhammadin juga meminta seluruh perangkat daerah terkait, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, hingga aparat kecamatan dan kelurahan untuk aktif melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. 

“Komitmen bersama ini menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan,” katanya. 

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam deteksi dini serta pelaporan cepat jika ditemukan titik api. 

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat, relawan, dan dunia usaha sangat dibutuhkan agar Singkawang bebas dari asap,” tegasnya.

Pemerintah Kota Singkawang optimis, dengan penguatan sinergi berbasis data, upaya pengendalian karhutla dapat berjalan lebih efektif serta mampu menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.  

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Lingkungan Hidup Ir. Hari Wibowo memaparkan sistem pemantauan yang dimiliki pemerintah, mulai dari deteksi titik panas berbasis satelit, analisis pola cuaca pusat, hingga pemetaan wilayah rawan kebakaran.

Menurut dia, data tersebut dapat diintegrasikan dengan sistem milik Pemerintah Kota Singkawang guna mempercepat respons penanganan di lapangan.

“Kita ingin bergerak sebelum api membesar. Kuncinya ada pada data yang akurat dan koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pemanfaatan data akan menjadi faktor utama dalam menekan potensi kebakaran lahan, khususnya di wilayah rawan.

Melalui kolaborasi tersebut, tercapai kesepakatan untuk memperkuat pertukaran data, meningkatkan kapasitas petugas melalui pelatihan, serta melakukan sosialisasi secara masif hingga ke tingkat kelurahan.

 

 



Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026