Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, menggandeng Persatuan Seniman Komedi Indonesia (Paski) Korwil Palembang untuk mengedukasi para seniman komedi lokal agar bijak bermedia sosial dan melek hukum demi menciptakan ruang digital yang sehat.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa usai audiensi bersama Paski Palembang, di rumah dinasnya di Palembang, Selasa, mengapresiasi langkah progresif Paski yang mulai fokus pada literasi hukum para anggotanya.

Menurutnya, di era digital, kreativitas konten komedi diharapkan tidak menabrak rambu-rambu hukum yang dapat memicu kasus pidana maupun perdata.

​"Komedi adalah media komunikasi yang sangat efektif. Kami menyambut baik visi Paski. Pemkot Palembang ingin memastikan hiburan yang disuguhkan kepada warga tidak hanya lucu, tetapi juga aman, sehat, dan mendidik," ujar Ratu Dewa.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Palembang melalui Dinas Pariwisata akan melibatkan para seniman komedi yang telah tersertifikasi "sadar hukum" ini ke dalam berbagai agenda besar daerah.

​Para komedian lokal dijadwalkan mengisi ruang publik dan memeriahkan program kota, mulai dari kegiatan Car Free Day (CFD), Car Free Night (CFN), hingga perayaan Hari Jadi Ke-1.340 Kota Palembang. Melalui sinergi ini, Pemkot Palembang optimistis mampu mendongkrak pariwisata kota lewat industri kreatif yang tertib hukum.

​Menanggapi arahan tersebut, Ketua Paski Korwil Palembang Budi Keker menyatakan kesiapannya untuk mengawal anggotanya agar patuh terhadap regulasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Paski telah menyiapkan tim hukum khusus untuk memberikan panduan bermedia sosial.

​Edukasi internal Paski akan difokuskan pada pemahaman Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), guna menghindari tindak pencemaran nama baik, ​penyebaran ujaran kebencian (hate speech), dan penyebaran berita bohong (hoax).

 



Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026