Ia menjelaskan kandungan isoflavon sebagai antioksidan dan serat pangan pada kedelai terbukti dapat membantu resistensi insulin dan menjaga kestabilan kadar gula darah.
“Ini dapat membantu menurunkan risiko terkena penyakit diabetes, kanker, dan jantung koroner,†katanya dalam diskusi kampanye pola hidup sehat di Jakarta, Rabu.
Kedelai, ujarnya, mengandung isoflavon terbesar dibandingkan jenis kacang-kacangan lain seperti kacang polong dan kacang panjang.
Isoflavon disebut dapat menggantikan hormon estrogen yang kosong dalam tubuh dan berguna untuk mencegah timbulnya penyakit kanker.
Selain itu, dalam 15 gram kedelai mengandung 50 miligram isoflavon yang bisa menghambat penuaan dini dan osteoporosis jika dikonsumsi sejak muda, jelasnya.
“Namun sayang kandungan isoflavon tidak bisa dimasak dalam suhu tinggi lebih dari 70 derajat celcius karena akan rusak,†katanya.
Berbagai produk olahan kedelai dapat menjadi pilihan makanan seperti susu kedelai, tempe, oncom, tahu, dan miso. Bahkan menurut dia, kedelai yang difermentasi jauh lebih baik untuk dikonsumsi karena kandungan protein terbaiknya dan sumber asam folat.
(tri)
Uploader : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.