Sintang (Antara Kalbar) - Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman mengatakan pembangunan Pasar Raya Sintang di lokasi eks Pasar Inpres akan segera dimulai karena sudah ada pemenang tender.
Dia menyampaikan minggu ini kontraktor pemenang tender pembangunan Pasar Raya Sintang akan segera melaksanakan pembenahan lokasi sebelum pembangunan dimulai.
"Kami juga sudah berkomunikasi dengan para PKL di lokasi eks Pasar Inpres untuk segera mengosongkan tempat tersebut," katanya.
Ia mengatakan PKL yang ada di lokasi eks Pasar Inpres ini sebagian merupakan pedagang yang sebenarnya sudah mendapatkan kios sementara tapi tidak menempati kiosnya dan memilih berjualan di lokasi eks Pasar Inpres yang terbakar.
Sebagian lagi merupakan PKL yang belum mendapatkan kios sementara. Dia mengungkapkan tahun ini pembangunan Pasar Raya Sintang hanya sampai pada pembangunan pondasi hingga kerangka atap. Anggaran untuk pembangunan Pasar Raya Sintang tahun ini sekitar Rp11 miliar lebih.
Ia mengatakan design bangunan Pasar Raya Sintang juga berbeda dengan design Pasar Inpres yang awalnya direncanakan. Pasar Raya Sintang ini akan dibangun dua lantai dengan jumlah kios 250 buah.
"Design bangunannya tidak melingkar tapi bentuknya menggambarkan ciri khas Kabupaten Sintang. Pasar ini akan dilengkapi fasilitas Mushola, Hydrant dan fasilitas ATM," katanya.
Dia mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan perbankan untuk mendirikan ATM di pasar tersebut. Untuk tahap awal, pembangunan Pasar Raya Sintang ini akan menghabiskan anggaran Rp11 miliar lebih. Sementara total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Pasar Raya Sintang mencapai Rp27,5 miliar.
Sementara itu, para pedagang Pasar Inpres meminta proses pembangunan Pasar Inpres tidak mengganggu aktivitas jual beli di pasar sementara. Keinginan para pedagang ini disampaikan Koordinator Pedagang Pasar Inpres Sintang, Afni.
Dia menegaskan pedagang tidak ingin pembangunan Pasar Inpres bernasib seperti pembangunan Gedung DPRD Sintang yang lama selesai. Karena itu, Pemkab Sintang diminta menggunakan kontraktor yang bonafit bukan kontraktor titipan.
Anggota DPRD Kabupaten Sintang Franseda mendesak pembangunan kembali pasar pengganti Pasar Inpres harus segera dilaksanakan.
"Tunggu apa lagi. Bukankah dananya sudah tersedia," katanya.
(Faiz/N005)
