Sorong (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Daya Ahmad Nausrau mengatakan Idul Fitri 1446 Hijriah ini merupakan momentum rekonsiliasi hubungan sosial pasca Pilkada 2025 sebagai bagian penting untuk bersama membangun provinsi ke-38 di Indonesia ini.
Menurut dia, masyarakat baru saja melewati pesta demokrasi yang di dalamnya tentu ada dinamika berupa silang pendapat, karena demokrasi menicayakan adanya perbedaan pilihan politik.
"Tapi kita patut bersyukur bahwa saat ini kita berada dalam momentum Ramadhan, kita telah melaksanakan rangkaian ibadah puasa selama sebulan dan diakhiri dengan Shalat Idul Fitri," jelasnya usai mengikuti Shalat Id di Halaman Kantor Wali Kota Sorong, Senin.
Ini berarti, melalui rangkaian itu hubungan itu telah diperbarui, ibadah-ibadah yang telah dilaksanakan selama Ramadhan memperbaiki tingkat ketaqwaan dan tingkat kesolehan baik secara individu maupun sosial.
"Melalui momentum Ramadhan itu kita diajarkan untuk saling memaafkan satu dengan yang lainnya. Jadi Idul Fitri kali ini adalah momen dimana kita saling memaafkan, saling berkunjung," ucapnya.
Dia menilai, ini kemudian akan menghilangkan sekat perbedaan yang telah terjadi selama Pilkada berlangsung.
"Kita lupakan semua yang sudah berlalu, mari kita kuatkan persaudaraan, jaga kebersamaan untuk pembangunan Papua Barat Daya yang lebih maju ke depan," harapnya.
Dia mengajak seluruh masyarakat untuk taat kepada pemimpin definitif, memberikan dukungan konkret kepada gubernur dan wakil gubernur terpilih, bupati dan wali kota di wilayah provinsi ini untuk kepastian pembangunan ke depan.
Dia pun mengajak masyarakat untuk bersyukur karena seluruh rangkaian ini bisa berjalan aman, damai dan kondusif berkat partisipasi dukungan masyarakat itu sendiri.
"Ini tentunya terjadi oleh karena kebersamaan dari seluruh masyarakat Papua Barat Daya," ucapnya.
Karena itu dia memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menjaga kondisi keamanan di Papua Barat Daya selama rangkaian Idul Fitri 1446 Hijriah berlangsung dengan aman dan kondusif.