Warga Muslim dan non-Muslim di Singkawang bersatu dalam buka bersama
- 8 Maret 2026 09:25
Kasdam XII/Tanjungpura, Brigjen Aris Martono (empat kiri), bersama Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalbar, Ida Sri Resi Dukuh Putra Bandem Kepakisan (kiri), Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Kalbar, Sutadi (dua kiri), Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar Ignatius Lyong (tiga kiri), Sekretaris Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Kalbar, Pendeta F Deman Sukardi (empat kanan), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar, KH Hasyim Dahlan (tiga kanan), Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Pandita Kurniadi Darmara (dua kanan) dan Perwakilan Keuskupan Pontianak, Pastor Pius Barces (kanan) memberikan keterangan pers usai gelar pertemuan di Makodam XII/Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu (22/7). Dalam pertemuan tersebut, para tokoh agama Kalbar menyerukan kepada masyarakat Kalbar untuk tetap bersatu dan menolak segala bentuk provokasi terkait isu SARA yang marak beredar terutama di media sosial, pasca insiden yang terjadi di Tolikara, Papua pada Jumat (17/7) lalu. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/15
(ki-ka) Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kalbar, Ida Sri Resi Dukuh Putra Bandem Kepakisan, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Kalbar, Sutadi, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar Ignatius Lyong, Kasdam XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Aris Martono, Sekretaris Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Kalbar, Pendeta F Deman Sukardi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar, KH Hasyim Dahlan, Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Pandita Kurniadi Darmara dan Perwakilan Keuskupan Pontianak, Pastor Pius Barces bergandengan tangan usai gelar pertemuan di Makodam XII/Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu (22/7). Dalam pertemuan tersebut, para tokoh agama Kalbar menyerukan kepada masyarakat Kalbar untuk tetap bersatu dan menolak segala bentuk provokasi terkait isu SARA yang marak beredar terutama di media sosial, pasca insiden yang terjadi di Tolikara, Papua pada Jumat (17/7) lalu. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/15
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar, KH Hasyim Dahlan (kanan) dan Sekretaris Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Kalbar, Pendeta F Deman Sukardi (dua kanan) memperlihatkan surat deklarasi damai, didampingi Kasdam XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Aris Martono (dua kiri) serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar, Ignatius Lyong (kiri), usai gelar pertemuan di Makodam XII/Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu (22/7). Dalam pertemuan tersebut, para tokoh agama Kalbar menyerukan kepada masyarakat Kalbar untuk tetap bersatu dan menolak segala bentuk provokasi terkait isu SARA yang marak beredar terutama di media sosial, pasca insiden yang terjadi di Tolikara, Papua pada Jumat (17/7) lalu. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/15