Sintang (Antara Kalbar) - Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, Marchues Afen mengaku khawatir masa kampanye pemilu legislatif  ini dapat mengganggu pelaksanaan ujian nasional (UN) yang dijadwalkan pada 14-16 April, bersamaan dengan masa perhitungan suara.

“Saya harapkan jika ada demo karena ketidakpuasan hasil perhitungan suara tidak mengganggu pelaksanaan UN. Apalagi Kantor KPUD Sintang berdekatan dengan beberapa sekolah seperti SMAN 1, SMAN 3, SMK Muhammadiyah dan beberapa sekolah lainnya,” ujarnya.

Ia pun berharap pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil pemilu nanti tidak membuat keributan yang dapat mengganggu konsentrasi siswa dalam menghadapi UN.

Dikatakannya, tahun ini total siswa yang akan mengikuti UN sebanyak 17.230 orang terdiri dari 2.449 siswa SMA, 1.019 siswa SMK, 5.485 siswa SMP dan 8.277 siswa SD.

“Target kami hasil UN tahun ini bisa mempertahankan hasil tahun lalu yaitu 99 persen lulus,” katanya.

Afen menjelaskan, kelulusan siswa ditentukan oleh UN dengan persentase sebesar 40 persen dan nilai sekolah sebesar 60 persen. Nilai sekolah ini terdiri dari ujian sekolah 30 persen dan nilai rapor 70 persen.

“UN tahun ini juga bersamaan dengan Ujian Paket C. Pelaksanaan Ujian Paket C di siang harinya dan dipusatkan di SMAN 2 Sintang dan SMAN 1 Sintang,” jelasnya.

Dikatakannya, soal UN akan dikirim dari provinsi pada H-6 UN dan dengan pengawalan aparat kepolisian. Dia pun menghimbau para siswa tidak percaya jika ada oknum-oknum yang menawarkan kunci jawaban atau soal UN karena 100 persen kunci jawaban atau soal UN yang sering beredar setiap pelaksanaan UN adalah palsu.

Sementara itu, untuk tingkat SD, dilaksanakan Ujian Sekolah yang soalnya dari provinsi dan pusat dengan persentase provinsi 75 persen dan pusat 25 persen. Ia mengatakan meski ada UAS, namun biasanya para siswa SD akan lulus semua sehingga bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

“Kalau pun ada yang tidak lulus biasanya karena tidak mengikuti UAS atau drop out,” katanya.

Pewarta: Faiz

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2014