Kepala Kanwil Direktorar Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalbar, Imik Eko Putro menyebutkan saat ini meski kinerja APBN di Kalbar masih defisit namun rasionya rasio defisit yang semakin semakin kecil dan terkendali.

"Sampai dengan semester I 2022 secara nasional APBN kita mengalami surplus. Sedangkan di Kalbar defisit, namun demikian sinyal positif ditunjukkan dari semakin kuatnya APBN Kalbar yaitu dengan pendapatan yang semakin meningkat dan rasio defisit yang semakin terkendali," ujarnya di Pontianak, Rabu.

Baca juga: Sinergi pengelolaan keuangan Kepala Kanwil DJPb Kalbar lakukan MoU dengan Bupati Sambas
Baca juga: Kubu Raya gandeng DJPb Kalbar terkait pengelolaan keuangan
Baca juga: DJPb Kalbar sebut penyerapan KUR dan UMi di Pontianak bukti ekonomi membaik

Ia menjelaskan bahwa apabila dicermati maka rasio defisit di Kalbar sejak tahun 2018 hingga 2022 juga terus turun dan tetap terkendali, bahkan sampai Juni 2022 rasio defisit Kalbar berada di angka 45,68 persen, jauh dibawa rasio defisit APBN Kalbar 2021 yang berada di angka 65,69 persen.

"Sementara rasio pendapatan terhadap belanja juga semakin meningkat dengan ditunjukkan adanya peningkatan dari tahun ke tahun. Rasio pendapatan terhadap belanja APBN Kalbar 2022 mencapai 54,32 persen, jauh di atas rasio di tahun 2018 sampai 2021 yang berada di rentang 25- 34 persen," kata dia.

Ia menambahkan apabila ila melihat capaian di setiap akhir tahunnya maka penerimaan pendapatan di wilayah Kalbar selalu berada di atas 90 persen, bahkan di masa pandemi 2020 dan 2021 penerimaan pendapatan di Kalbar berada di atas 100 persen, yaitu sebesar 108 persen untuk tahun 2020 dan 126,65 persen pada 2021.

Baca juga: DJPb Kalbar bersama Pemkot Pontianak perkuat sinergi kelola keuangan daerah
Baca juga: DJPb Kalbar dukung penguatan pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu
Baca juga: DJPb Kalbar dorong LKBB maksimalkan penyaluran pembiayaan ultra mikro

"Sedangkan untuk realisasi belanja, sejak tahun 2018 hingga tahun 2021, persentase realisasi belanja di APBN Kalbar selalu berada di atas 95 persen. Bahkan realisasi belanja di tahun 2020 dan 2021 berada di atas 97 persen. Kami harapkan realisasi belanja di akhir tahun ini bisa lebih baik dari tahun- tahun 2022," kata dia.

Terkait kinerja pendapatan negara Semester I atau hingga Juni 2022 di Kalbar untuk penerimaan pajak sudah mencapai Rp 5,46 Triliun  atau 72,38 persen dari jumlah target awal penerimaan pajak Kanwil DJP Kalbar 2022 sebesar Rp7,55 Triliun.

Sedangkan, pada sisi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), realisasi sampai dengan akhir Juni 2022 adalah sebesar Rp 484,63 miliar atau sebesar 59,74 persen dari total target, disumbang oleh Pendapatan Badan Layanan Umum sebesar Rp 196,24 miliar dan PNBP lainnya sebesar Rp288,39 miliar, sementara pendapatan hibah masih belum ada realisasi.

Kinerja APBN Kalbar belanja negara sendiri, sampai dengan 30 Juni 2022, realisasi Belanja Pemerintah Pusat (K/L) adalah sebesar Rp3.726,00 miliar atau sekitar 35,68 persen dari pagu belanja, angka ini mengalami penurunan sebesar 17,98 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya di periode yang sama.


Baca juga: DJPb Kalbar perkuat pengelolaan keuangan daerah lewat laporan ALCo
Baca juga: DJPb Kalbar apresiasi penyaluran KUR dan UMi Kubu Raya tertinggi
Baca juga: DJPb Kalbar sarankan Pemda serap anggaran di awal 2022
Baca juga: DJPb beri penghargaan 64 Satker berkinerja terbaik Semester II 2021

Pewarta: Dedi

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2022