Ketua Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK) Ashanty Pahlevi mengatakan, dalam memaknai peringatan Hari Perempuan Sedunia (HPS) yang jatuh pada hari ini, pihaknya mengingatkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mengawal demokrasi tidak hanya pasca Pemilihan Umum (Pemilu) tetapi juga sepanjang era pemerintahan.

"Peran perempuan mengawal demokrasi sebenarnya tidak hanya dilakukan setelah Pemilu saja, tapi juga sepanjang era pemerintahan. Tentunya apa yang disuarakan perempuan juga sama dengan apa yang disuarakan oleh para jurnalis pada umumnya namun lebih spesifiknya kami akan menyoroti bagaimana keterwakilan perempuan dalam demokrasi," kata Ketua Ashanty Pahlevi,di Pontianak, Jumat.



Ia juga menambahkan, selama berlangsungnya pemerintahan perempuan dapat memobilisasi dan terakomodir dalam pemerintahan,

Dalam setiap proses demokrasi, pemilu memegang peran krusial sebagai fondasi utama untuk menentukan arah dan pemimpin sebuah negara. Namun, di balik perhelatan politik yang seringkali didominasi oleh figur laki-laki, peran perempuan seringkali terabaikan.

"Namun, realitasnya adalah bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mengawal demokrasi, terutama dalam tahapan pemilu, di mana mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan integritas, transparansi, dan partisipasi yang adil," tuturnya.



Dalam Pemilu kemarin, katanya, perempuan telah menunjukkan kontribusi signifikan mereka dalam berbagai kapasitas. Sebagai pemilih, perempuan memiliki pengaruh yang kuat dalam menentukan hasil pemilihan.

Mereka tidak hanya mencerminkan keberagaman dan perspektif yang lebih luas dalam masyarakat, tetapi juga seringkali menjadi penentu dalam memilih pemimpin yang mewakili kepentingan dan aspirasi mereka.

Selain itu, perempuan juga terlibat secara langsung dalam proses pemilu sebagai anggota panitia pemilihan, pengamat pemilu, atau bahkan sebagai kandidat politik. Sebagai anggota panitia pemilihan, perempuan berperan dalam mengawasi setiap tahapan pemilu, mulai dari pendaftaran pemilih hingga penghitungan suara.

"Partisipasi mereka membantu memastikan bahwa proses pemilu berjalan secara transparan dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi," katanya.



Sebagai pengamat pemilu, lanjutnya, perempuan memainkan peran kritis dalam memantau integritas pemilu, mendokumentasikan pelanggaran, dan memastikan bahwa hak-hak pemilih dihormati sepenuhnya.

"Mereka seringkali membawa pandangan yang unik dan sensitivitas terhadap isu-isu tertentu yang mungkin terlewatkan oleh pengamat lainnya," tuturnya.

Dalam memaknai peringatan Hari Perempuan Sedunia tahun ini, dirinya mengimbau kepada seluruh perempuan yang ada di Kalbar untuk bisa terlibat dalam mengawal tegaknya demokrasi di negara ini.



 

Pewarta: Rendra Oxtora

Editor : Admin Antarakalbar


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Barat 2024