"Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing kampus dan kualitas pembelajaran di era revolusi digital," ujarnya di Pontianak, Sabtu.
Ia mengatakan, pengembangan ekosistem Untan Pontianak berbasis teknologi digital dan ekonomi hijau yakni melalui penataan aset-aset kampus.
"Saat ini Untan Pontianak memiliki delapan kawasan komprehensif yang tengah dikembangkan dalam rangka menjadi kampus digital dan ekonomi hijau," papar dia.
Ia menyebutkan adapun delapan komprehensif tersebut mencakup aspek-aspek yang memenuhi berbagai kebutuhan kampus, yakni terkait pendidikan, kesehatan, pemukiman, olahraga, teknologi digital dan ekonomi kreatif, kuliner, serta eduwisata.
"Sebagai contoh optimalisasi gedung perpustakaan sebagai pusat ekonomi kreatif dan literasi digital, serta pengembangan layanan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa sebagai pusat eduwisata internasional," ucap dia.
Potensi yang lain dari Untan Pontianak sendiri yakni SDM. Saat ini Untan Pontianak memiliki 4.000 mahasiswa, 150 ribu alumni, serta 2.000 lebih dosen dan pegawai.
Ia menjelaskan melalui ekosistemnya yang besar, Untan Pontianak berkomitmen untuk berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung revitalisasi industri nasional, baik komunitas maupun dunia usaha.
"Kita terus melakukan langkah kolaborasi yang produktif dan sinergi dalam inovasi dengan berbagai pihak agar dapat memberikan kemajuan bagi daerah, masyarakat dan bangsa,” papar dia.
Pewarta: DediEditor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.