Ketapang (ANTARA) - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo berharap kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Serta menjaga nilai-nilai persatuan dan memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
"Sebagai generasi penerus, saya berharap, melalui kegiatan ini, para peserta dapat menggali potensi diri," kata Bupati diwakili Asisten Sekda bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs Heryandi saat menghadiri pembukaan Latihan Kader II dan Latihan Khusus Kohati (LKK) HMI Cabang Ketapang di Kantor Bupati Ketapang, Jumat.
Bupati juga berharap agar peserta mengembangkan kapasitas kepemimpinan. Serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan solutif dalam menyikapi berbagai tantangan zaman.
"Bekal yang diperoleh dalam pelatihan ini hendaknya dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Serta menjadi kontribusi positif bagi pembangunan daerah, bangsa dan negara," tutur Heryandi.
Menurutnya, latihan ini merupakan bentuk komitmen HMI dalam menyiapkan kader-kader terbaik. Sehingga tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga matang secara ideologis, strategis dalam bertindak. Serta kokoh dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dan keindonesiaan.
"Jadi kegiatan ini adalah upaya yang sangat mulia dalam rangka mencetak generasi muda. Sehingga penerus bangsa ini tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga matang dalam hal spiritual dan sosial," ujar Heryandi.
Pelatihan yang dilaksanakan HMI ini akan berlangsung di Gedung Diklat BKPSDM Ketapang mulai 19 hingga 25 April. Pesertanya 30 berasal dari berbagai cabang HMI regional Kalimantan Barat seperti Cabang Pontianak, Sambas, Mempawah, Singkawang dan Ketapang.
Pelatihan ini mengusung tema "memperkokoh nilai keislaman dan kebangsaan untuk mencapai tujuan HMI". Kegiatan ini bertujuan membentuk pribadi kader yang mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat, sekaligus visioner dalam melihat tantangan masa depan.
