Pontianak (Antaranews Kalbar) - Polres Bengkayang, Kalimantan Barat, mempersilakan delapan WN India melanjutkan dakwahnya, setelah sempat dilakukan pemeriksaan, pada saat mereka memberikan ceramah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih, Kabupaten Bengkayang.
"Kemarin ada laporan warga terkait kehadiran WNA asal India yang melakukan dakwah di Masjid Al-Taqwa dan saat itu juga kami segera melakukan pemantauan di lapangan. Petugas kita pun segera menemukan WNA Asal India sehingga segera kita amankan," jelas Kabag Ops Polres Bengkayang, Kompol Paino saat dihubungi di Bengkayang, Minggu.
Ia menjelaskan selain delapan WNA India, pihaknya juga mengamankan tiga orang WNI sebagai juru bicara yang membawa WNA tersebut.
"Kita telah melakukan proses pemeriksaan di Polres Bengkayang," papar dia.
Ia menyebutkan bahwa diketahui ke delapan WNA India dan tiga WNI itu bagian dari jamaah tabligh dan sudah 20 hari berada di Kalimantan Barat.
"Pada pemeriksaan, kedelapan WNA asal India dilengkapi dengan paspor dan identitas kelengkapan lainnya," jelas dia.
Untuk WNI yang juga diminta keterangan yakni dua warga Kota Pontianak, dan Bengkayang.
"Terhadap delapan WNA asal India ini telah kami mintai keterangan dan kami sudah melakukan pengecekan kelengkapan administrasinya berupa identitas Paspor, selanjutnya kami melakukan pembinaan agar para WNA melaporkan setiap kegiatannya di NKRI atau menghargai aparat setempat dan diminta untuk laporkan kegiatan yang dilakukan?baik ditingkat rukun tetangga, dusun, desa dan kecamatan," papar dia.
Sebelumnya kata Paino delapan WNA India juga melakukan hal yang sama di Kabupaten Sambas dan Bengkayang. Kemudian direncanakan akan ke Kota Singkawang.
"Setelah dilakukan pemeriksaan para WNA dan WNI tersebut dipersilahkan untuk melanjutkan dakwanya," jelasnya.
Atas kejadian dan permasalahan yang ada Paino mengimbau agara masyarakat Bengkayang tetap tenang dan jalankan aktivitas seperti biasa dan percayakan segala sesuatu yang dicurigai kepada aparat kepolisian atau melaporkannya jika ada hal yang dicurgiai.
"Intinya kami pihak Kepolisian akan tetap memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat dan jangan ada warga yang bertindak sendiri tanpa mengetahui persis permasalahan yang terjadi dan sebaiknya berkoordinasi dengan aparat terdekat," ujar dia.