Bengkayang (ANTARA) - Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Harry Hadisoemantri Bengkayang, Kalimantan Barat memperkuat ketahanan nasional di wilayah perbatasan negara.
Komandan Lanud Harry Hadisoemantri Letkol Pnb Antonius saat dihubungi di Bengkayang, Rabu, menekankan pentingnya sinergi kekuatan udara dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah strategis Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Baca juga: Mendes nilai Desa Kaliwedi layak menjadi percontohan terkait dana desa
“Sebagai pangkalan militer di kawasan perbatasan, Lanud Harry Hadisoemantri memiliki peran strategis dalam mendukung pengamanan wilayah kedaulatan udara serta menjaga stabilitas kawasan,” ujar Letkol Antonius.
Bersamaan dengan momen Hari Bakti ke-78 TNI AU, pihaknya memperkuat komitmen dalam mendukung kebijakan pertahanan negara, serta membangun postur TNI AU yang tangguh dan adaptif terhadap dinamika ancaman global dan regional.
Baca juga: Kubu Raya tingkatkan kolaborasi wujudkan ketahanan pangan nasional
Baca juga: TNI AL fokus kembangkan pertanian kedelai
Sejalan dengan prioritas pembangunan kekuatan udara nasional, TNI AU mengusung strategi “AMPUH” yang mencakup modernisasi alutsista, validasi organisasi, pengembangan perangkat lunak, peningkatan kualitas SDM, dan dukungan terhadap kebijakan nasional di bidang keamanan dan pertahanan.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat pendekatan pertahanan semesta, Lanud Harry Hadisoemantri juga melaksanakan kegiatan sosial bersama masyarakat, memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai basis utama pertahanan non-konvensional.
“Peringatan ini menjadi penegasan bahwa kekuatan pertahanan bukan hanya pada alutsista, tetapi juga pada kedekatan dengan rakyat dan kesigapan menghadapi dinamika keamanan wilayah,” ujar Antonius.
Keberadaan Lanud HAD di wilayah perbatasan diharapkan menjadi pilar stabilitas, sekaligus garda terdepan dalam mendukung kebijakan nasional di bidang politik, hukum, dan keamanan.
Baca juga: Kesuksesan MBG berkat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah
